Minggu, 21 Mei 2017

PENGARUH KERAJAAN SYAFAWI



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ketika kerajaan Usmani mencapai puncak kemajuannya, kerajaan Syafawi di Persia baru berdiri. Kerajaan ini berkembang dengan cepat. Dalam perkembangannya, kerajaan Syafawi sering bentrok dengan Turki Usmani. Berbeda dengan kerajaan besar Islam lainnya (Usmani da Mughal), kerajaan Syafawi menyatakan Syiah sebagai mazhab negara. Karena, kerajaan ini dapat dianggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya negara Iran dewasa ini.
Kerajaan Syafawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri dari Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Tarekat ini diberi nama tarekat Safawiyah, didirikan pada waktu yang hampir bersamaan dengan berdirinya kerajaan Usmani. Nama Syafawiyah diambil dari nama pendirinya, Safi al-Din (1252-1234 M), dan nama Safawi itu terus dipertahankan sampai tarekat ini menjadi gerakan politik. Bahkan, nama itu terus dilestarikan setelah gerakan ini berhasil mendirikan kerajaan.
Pada tahun 1501, Ismail bersama Qizilbash menyerang wilayah AK konyulu. Penyerangan ini berhasil dengan gemilang hingga mampu menguasai Tabriz. Pada tahun ini pula Ismail mendirikan kerajaan Safawi dan memproklamasikan dirinya sebagai raja yang pertama.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan bahwa :
1.      Bagaimana Pengaruh kerajaan Syafawi terhadap perkembangan Islam?
2.      Apa saja Perkembangan dan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh kerajaan Syafawi?
3.      Bagaimana Masa kemunduran dan kehancuran kerajaan Syafawi?

C.    Tujuan Pembahasan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1.      Pengaruh kerajaan syafawi terhadap perkembangan Islam
2.      Perkembangan dan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh kerajaan Syafawi
3.      Masa kemunduran dan kehancuran kerajaan Syafawi

BAB II
PEMBAHASAN
DINASTI SYAFAWI

A.    Pengaruh Kerajaan Syafawi terhadap Perkembangan Islam
Perkembangan Islam umumnya sesuai dengan perluasan wilayah yang dilakukan oleh rajanya. Pada masa Ismail yang dikenal sebagai pendiri kerajaan ini beberapa tahun pertamanya ia berhasil menumpas sisa-sisa  kekuatan AK-koyunlu dan melancarkan gerakan ekspansi.
Pada masa Abbas I pegaruhnya terhadap perkembangan Islam adalah kemampuannya dalam menaklukan negeri Kaukasus, bahkan bangsa Portugis dan Inggris dapat di usir dari pulau itu. Tidak hanya perluasan wilayah, tetapi perkembangan kebudayaan dan berfikir sangat diperhatikan. Misalnya pembangunan istana yang indah, masjid-masjid yang permai, seni lukis, pahat serta pengembangan di bidang keilmuan Islam, misalnya ilmu fikih dan filsafat.
Itulah beberapa pengaruh kerajaan Safawi terhadap perkembangan Islam yang dalam sejarah Islam terasa kurang menonjol. Namun keturunan mereka dapat kita saksikan sekarang ini, yaitu berdirinya republik Islam Iran yang juga bermazhab Syiah hasil dari sebuah revolusi. Pengaruh revolusi Iranpun terhadap negeri-negeri Islam lain cukup menonjol.[1]
B.     Perkembangan dan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh kerajaan syafawi
1.      Kemajuan di bidang politik
Dalam kemajuan di bidang politik Abbas I sebagai raja lima berhasil memulihkan kekuatan kerajaan Syafawiyah. Untuk itu ia mengeluarkan beberapa kebijakan strategis. Setelah Abbas berhasil melakukan konsolidasi, ia selanjutnya mulai mengarahkan pasukan untuk merebut kembali beberapa wilayahnya.[2]

2.      Kemajuan di bidang ekonomi
Dalam bidang ekonomi kemajuan yang diraih adalah kerajaan safawiyah menguasai perdagangan antara barat dan timur, kemajuan dalam bidang pertanian, terutama hasil pertanian di daerah bulan sabit yang sangat subur.[3]
3.      Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan
Kemajuan dalam bidang ekonomi mengantarkan kerajaan Safawiyah mencapai kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan seni. Salah satu keunggulan dinasti Safawiyah dibanding dengan turki usmani adalah kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan.[4]
4.      Kemajuan di bidang seni dan arsitektur
Kemajuan seni arsitektur ditandai dengan berdirinya sejumlah bangunan megah yang memperindah ibu kota kerajaan ini. Kota Isfahan turut memperindah dengan kebun wisata yang sangat indah. Ketika Abbas I meninggal, di Isfahan terdapat sejumlah 162 masjid, 48 perguruan, 1802 penginapan, dan 273 tempat pemandian umum.
5.      Kemajuan di bidang pemikiran dan filsafat
Safawi merupakan penganut faham Syiah, bahkan dari awal berdirinya kerajaan syiah ini dinyatakan sebagai mazhab resmi negara. Bahkan di zaman Abbas II dan Hussein terjadi penindasan, pemerasan dan marjinalisasi terhadap ulama sunni dan memaksa ajaran Syi’ah kepada mereka.
6.      Kemajuan di bidang pemahaman agama
Ismail Khaidar mengklaim dirinya sebagai titisan para imam syiah, penjelma tuhan, sinar ketuhanan dari imam yang tersembunyi dan Imam Mahdi. Segala tindakan dan kegiatan kepemimpinannya mengidentifikasi bahwa beliau adalah penganut faham sunni.[5]

C.    Masa kemunduran dan kehancuran kerajaan syafawi
Faktor-faktor peyebab kemunduran kerajaan syafawiyah adalah sebagai berikut:
1.      Ketidakcakapan raja-raja setelah Abbas I, hingga pada akhirnya membawa kehancuran.
2.      Konfik militer yang berkepanjangan dengan kerajaan turki usmani. Berdirinya kerajaan syafawiyah di pandang dipandang oleh kerajaan usmani ebagai kekuatan yang mengancam kekuasaannya.
3.      Pasukan Ghulam yang dibentuk oleh abbas I tidak memiliki semangat yang tinggi. Hal ini disebaban karena mereka tidak memiliki ketahanan mental yang kuat.
4.      Seringnya terjadi konflik dalam bentuk perebutan kekuaaan dikalangan keluarga istana.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Pada masa abbas I pegaruhnya terhadap perkembangan Islam adalah kemampuannya dalam menaklukan negeri kaukasus, bahkan bangsa portugis dan Inggris dapat di usir dari pulau itu. Tidak hanya perluasan wilayah, tetapi perkembangan kebudayaan dan berfikir sangat diperhatikan.
Perkembangan dan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh kerajaan syafawi diantaranya :Kemajuan di bidang politik, Kemajuan di bidang ekonomi, Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, Kemajuan di bidang seni dan arsitektur, Kemajuan di bidang pemikiran dan filsafat, Kemajuan di bidang pemahaman agama.
Faktor-faktor peyebab kemunduran kerajaan syafawiyah adalah sebagai berikut: Ketidakcakapan raja-raja setelah Abbas I, Konfik militer yang berkepanjangan dengan kerajaan turki usmani, Pasukan Ghulam yang dibentuk oleh abbas I tidak memiliki semangat yang tinggi, Seringnya terjadi konflik dalam bentuk perebutan kekuaaan dikalangan keluarga istana.

B.     Saran
Dari penulisan karya ilmiah yang penulis buat,untuk kedepannya  jika ada kesalahan dan kekurangan penulis memohon kritikan dan saran pembaca. Agar karya ilmiah yang penulis buat bisa dipahami oleh pembaca yang lain. Kritikan dan saran pembaca sangat penulis harapkan.







[1]  Suratno dan Wahid, Abbas (2009). Op Cit. Hal.71
[2]  Murudi, Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII. Semarang:PT KARYA TOHA PUTRA. HAL.40
[3] Ibid. Hal:140-141
[4] Ibid. Hal. 141
[5] Muhammad sahil taqqusy, lok cit, hal. 112-113